Mengenali Tangisan-Tangisan Anak
Moms, boleh jadi moms bingung bagaimana cara mengetahui arti dari setiap tangisan anak dan bagaimana cara mengatasinya. Karena, bayi moms hanya bisa mengekspresikan yang dirasakan, kebutuhan, apa yang dialami dan keinginannya lewat tangisan.
Mungkin moms salah satu yang jadi panik saat sudah segala cara dilakukan, namun bayi tetap saja menangis bahkan semakin kencang suaranya. Sebab-sebab ini yang bisa dicermati, jadi saat bayi menangis, Moms sudah bisa tau apa yang dimau 🙂
1. Bayi merasa lapar
Sistem pencernaan bayi masih belum matang, sehingga paling sering yang membuatnya menangis adalah dikarenakan lapar atau haus terutama untuk bayi yang baru lahir, itu dikarenakan sistem pencernaannya masih belum mampu loh moms untuk menampung makanan dalam jumlah yang banyak dan tak bisa bertahan lama di dalam perut. Ciri ciri menangisnya adalah bisa dilihat bahwa si bayi menghisap atau menggempalkan jemarinya sambil menendangkan kakinya ke udara. Pricilla Dunstan mengindikasikan suara bayi dengan bunyi “neh” sebagai sinyal lapar. Bayi baru lahir punya reflex mengisap yang sangat kuat dan suara ini pun berasal dari refleks menghisap.
2. Bayi Perlu Ganti Popok
Bayi kemungkinan menangis karena tak nyaman dengan popok yang digunakan basah dan lembap akibat buang air kecil dan buang air besar. Moms bisa mengenali sinyal ketidaknyamanan bayi lewat suara “heh” yang berulang-ulang seperti yang diungkapkan oleh Pricilla Dunstan. Namun jika hal tersebut sudah dilakukan dan bayi malah semakin meningkatkan intensitas menangisnya, mungkin saja ia merasa kedinginan, kegerahan atau gatal.
3. Mengantuk
Suara tangisan “owh” yang cukup panjang sebagai sinyal bahasa mengantuk. Biasanya bayi akan Nampak merasa gelisah, ditandai dengan perilaku menggosok-gosok atau menggerakkan kaki serta tangannya. Tanda lain adalah ia tak tertarik untuk diajak main, menguap, mengucek matanya atau matanya Nampak berkaca-kaca. Segera angkat bayi dan peluk lalu coba tidurkan dengan memberi ASI atau mengayun-ayunkan sambil mendendangkan lagu yang menenangkan.
4. Bayi kedinginan atau kepanasan
Mungkin masih banyak yang tak menyadari bahwa bayi terutama yang baru lahir masih sensistif dengan lingkungan sekitarnya. Ia belum bisa tahan dengan suhu yang dingin atau panas. Coba Moms pegang perutnya, Jika perut terasa dingin, selimuti tubuhnya. Sebaliknya, bila perutnya terasa panas, buka atau lepas selimutnya mungkin karena kegerahan.
5. Ingin Bersendawa
Saat menyusui mungkin saja posisi Ibu dan Bayi tidak tepat, sehingga menyebabkan udara masuk dan membuat bayi ingin bersendawa. Si kecilpun akan menangis dengan mengeluarkan suara “eh” yang pendek dan secara berulang. Untuk menanganinya, Moms bisa letakkan bayi di atas bahu dengan posisi telungkup, sambil tepuk perlahan punggungnya untuk membantu bayi bersendawa.

Komentar
Posting Komentar